Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2025

SEPENGGAL CERITA #4 HAPPY ENDING DO EXIST (PRYVT)

Kana dan Bram mengalami kecelakaan kerja. Waktu itu mereka sedang bekerja sama dan meninjau lokasi pembangunan bersama. Karena kelalaian keamanan salah satu pekerja lapangan, ada sebuah batu beton dengan ukuran cukup besar yang jatuh. Biasanya setiap kali ada pengerjaan di lantai atas, bagian lantai bawah akan di pasang jaring-jaring untuk antisipasi benda jatuh dari atas. Tapi hari itu, tidak ada jaring yang terpasang. Kana yang waktu itu tepat di bawahnya diselamatkan oleh Bram yang berakibat ia mengalami koma selama 1 bulan dan berakhir meninggal. Sedangkan Kana mengalami benturan ringan yang mengakibatkan separuh ingatannya hilang.  Aku terdiam, masih tidak percaya dengan semua cerita itu. Tapi secara logika memang masuk akal, karena Bram tidak mungkin tidak menghubungiku jika terjadi sesuatu, kecuali yang menimpa dirinya sendiri seperit ini. “Terima kasih, kamu udah cerita. Maaf kalau itu jadi ngebuat kamu ingat sama kejadian tidak menyenangkan itu.” “Sama-sama, saya sudah cuk...

SEPENGGAL CERITA #4 WHEN I GO (PRYVT)

Semenjak obrolan dengan Bram malam itu, terhitung sudah tiga bulan aku tidak bertemu dengan Kana, baik sengaja maupun secara kebetulan. Aku juga jarang bertemu Bram karena sempat pindah kantor ke luar kota. Hari-hari berjalan biasa saja, bahkan setelah aku kembali. Ada kalanya aku melupakan soal rencana itu ada kalanya aku juga teringat bahkan terbayang sosok Kana. Dan lagi, akhir pekan yang aku sendiri bingung akan melakukan apa. Pada akhirnya aku memutuskan untuk lari pagi dan mencari sarapan di luar. Tapi, baru saja berlari satu kali putaran, nafasku sudah putus nyambung. Maklum aku memang tidak pernah melakukan olahraga. Aku memutuskan untuk duduk di salah satu bangku di area taman. Tak jauh dari situ, aku mendengar kegaduhan antara pesepeda dengan pemotor. Karena penasaran aku ikut mendekat dan tak ku sangka, dalam kerumunan itu ada Kana. Dia hanya diam sambil memegang sepedanya dan mendengarkan ocehan seorang ibu-ibu. Beberapa orang lainnya membantu membereskan belanjaan dan sepe...

SEPENGGAL CERITA #3 CUACA EKSTRIM

“Kana itu...” Bram menahan kalimatnya dan mengawang. Setelah lewat satu minggu tidak ada kebetulan yang benar-benar terjadi, aku memutuskan untuk bertemu dengan Bram secara khusus untuk membicarakan tentang Kana. “Gue sebenernya heran sih sama dia. Ibarat toko dia itu toserba. Ketika lo udah kenal lama sama Kana, maka lo bakalan nemu berbagai macam versi dari dia. Lo bisa lihat ketika dia baik, ketika dia jahat, dia usil, dia pendiam, dia yang malu dan malu-maluin. Dia yang serba bisa, karena kebanyakan masalah orang-orang di sekitarnya Kana yang bantuin selesain. Tapi walaupun dia kelihatan pinter, dia juga goblok, pelupa banget, bahkan baru 1 menit.” Bram mengambil jeda dan minum sebentar. “Yang bakalan sering lo temuin dari Kana adalah sifat keras kepalanya. Dia itu gengsi minta tolong, jadi dia bakalan berusaha sampai mentok baru minta tolong.” Lanjutnya. Aku mengangguk paham dan sedikit membayangkan sebisanya. “Selain pelupa dan keras kepalanya, mood swingnya yang kayak cuaca ekst...

SEPENGGAL CERITA #2 SENGAJA

 Kebetulan yang sebenarnya adalah hal yang tidak direncanakan, dengan kata lain kuasa Tuhan yang bekerja. Tapi, aku rasa tidak ada salahnya manusia membuat sebuah kebetulan itu dengan sengaja, karena ini juga bentuk usaha. Berkat Bram, aku bisa berkenalan dengan Alkana Malika, perempuan yang dulunya ceria tapi semakin ia bertambah usia wajahnya menjadi sangat serius. Kana yang aku temui siang itu adalah perempuan yang minim senyum, kalimat yang keluar cukup irit, terkesan dingin, tapi aku tetap tertarik dengan perempuan itu. Ini adalah keberanianku yang kembali aku pertaruhkan lagi setelah kegagalan-kegagalan yang sempat terjadi dan membuatku malas berurusan dengan perasaan, pasangan, menikah. Sebenarnya ini bukan pertemuan pertamaku dengan Kana. Sebelumnya diacara pernikahan Bram, aku sempat bertemu dengannya. Dia dengan versi setengahnya, aku bisa melihat dia yang tersenyum ceria bahkan sesekali melontarkan candaan dan membuat teman-temannya tertawa. Juga, aku melihat Kana yang p...

SEPENGGAL CERITA #1 PERTEMUAN

 “Hai,” sapaku sambil melambaikan tangan. Pukul satu siang, sebuah pertemuan kembali terjadi di tempat yang sama dengan orang yang berbeda. “Halo, silakan duduk.” Ucapnya dengan tersenyum. Cukup manis menurutku. “Udah nunggu lama, ya?” tanyaku, sekedar basa-basi. Dia memang cukup menunggu lama, karena gue sengaja telat. “Yaaa...mayan. Tapi nggak papa, mau pesen apa?” tanyanya sambil memberikan menu. “Emmm...cemilan aja, deh.” Ucapku kemudian menyebutkan nama snack dan minuman. “Emang udah makan?” tanyanya. “Udah, kebetulan tadi sempet kumpul keluarga dan makan siang bareng.” Jawabku. Bohong. “Ohh, ya udah.” Dia memesan makanan dan minuman. Baru berjalan lima menit. Tapi rasanya aku sudah ingin pulang. Rasanya sangat melelahkan, alurnya akan sama, obrolan yang lancar, bertukar media sosial, lanjut pesan di media sosial, lancar-lancar-lancar, tapi akhirnya sama, nggak jadi. “Sebenernya saya tahu soal kamu dari Bram udah lama. Tapi katanya waktu itu, kamu udah deket sama orang.” Ucapn...