Malam ini gue lagi pengen lari dari dunia karena beberapa hal yang cukup ganggu pikiran gue. Udah coba gue tulis, tapi nggak keluar dengan baik. Alakhir, gue memilih untuk baca kembali tulisan-tulisan gue di blog ini. Ada surat terbuka buat temen gue, curhatan gue, kejujuran gue, semua dipenuhi dengan kalimat yang bikin gue heran sendiri, kok bisa ya gue nulis kalimat-kalimat itu, yang menurut gue nggak buruk-buruk amat. Dibandingkan dengan sekarang yang sama sekali tidak produktif (lagi, entah yang keberapa kalinya). Ada perasaan sedih karena gue kehilangan skill menulis, otak gue kayak udah stuck nggak bisa nulis kata-kata yang puitis atau bijak. Bisanya jujur, yang kalau dibaca lagi jadi jijik.
Tapi, gue tetap menghargai diri gue yang sekarang, begitu apa adanya (kosong), yang sudah banyak melewati jalanan berpaku dan masih bertahan hidup dengan baik. Level yang makin naik walaupun mode nyicil setengah-setengah. Otaknya yang mulai logis tanpa matiin perasaan. Makin mandiri beneran setelah kehilangan banyak peran. Merasa makin hidup dengan cahaya yang redup (Aseeekkk).
Banyak tulisan-tulisan yang bikin gue flashback di era saat itu, nemu kalimat-kalimat bijak yang entah gue dapet darimana. Bersyukur bisa melewati badai kala itu bahkan secara perlahan berdamai. Mungkin gue harus sering-sering baca lagi untuk nemuin skill menulis. Karena gue rasa, terapi hidup yang gue lakukan dari dulu untuk bertahan hidup yaitu nulis.
Semoga gue segera mendapatkan ide untuk menulis lagi dan berlanjut.
Komentar
Posting Komentar