Langsung ke konten utama

OTEM: DEWASA INI

Nggak nyangka udah1 bulan di tahun 2026 dan gue masih gini-gini aja. Banyak hal yang datang secara dar der dor, tidak sesuai dengan prediksi BMKG. Tapi, ya memang begitulah hidup bekerja, tanpa ada yang tahu kedepannya akan gimana. Tiba-tiba ada temen lamaran, tiba-tiba ada temen nikah, tiba-tiba ada temen yang punya anak, tiba-tiba anaknya sunatan, tiba-tiba ada yang cerai. Udah kayak cuaca ekstrem yang juga sedang terjadi, sebentar panas, ujannya seharian, atau sehari panas, sehari kemudian ujan. Di sini adem ayem, tiba-tiba ada berita daerah lain banjir, tanah longsor, angin topan.

Sama halnya dengan kehidupan yang gue alami, pelan-pelan gagal, bangkit, udah mulai fokus ngurus kesehatan diri, eh tiba-tiba asam lambung naik, udah kelar 3 hari, minggu depannya ganti HFMD, alhasil gue hampir seminggu nggak kerja, cuma bisa bantu beberapa kerjaan yang nggak langsung. Beberapa ada yang bilang, 'enak ya, kerjanya dirumah, tetep digaji' - 'enak ya, nggak kerja, bisa leyeh-leyeh di rumah.' Ya kalau alasannya sakit gue rasa nggak ada yang enak sih kata gue. Asam lambung itu cukup menyiksa menurut gue, makan sakit nggak makan sakit, belum kalau pagi mesti mual, mending kalau bisa muntah, wak wek wak wek nggak jelas itu cuma bikin sakit di diperut sama tenggorokan. HFMD, tangan sama kaki muncul bintik merah kayak cacar dan sakit, sebadan gatel, sampai ke kepala, ke muka. Belum lagi sariawan yang nggak cuma 1 tempat, apalagi yang di lidah, itu penyiksaan yang WAHHHH sih. Gitu aja, ada yang bilang, 'Nggak papa mbak, nanti bisa sembuh sendiri kok. Perbanyak minum air putih sama makan protein,' ya emang bakalan sembuh, tapi lama ternyata, fase umum aja 7-10 hari. Belum lagi buat makan sakit. Gue hampir aja putus asa di hari ke-4, karena rasanya udah makin menjadi-jadi, nggak ngebayangi gimana siksaan neraka ya, gue cuma dicoba sariawan gini aja udah merasa kalah. Dari titik itu mulai ada bantuan doa, bantuan saran, bantuan obat, selain itu akhirnya gue juga utang sama tabungan sendiri yang udah berhasil gue keep selama kurang lebih 4 bulan. Akhirnya gue mulai ada sedikit perubahan, bintiknya kering dan nggak sakit, sariawannya mulai sembuh dan gue bisa makan dengan sedikit lebih tenang. Total waktu sembuh kurang lebih 10 hari.

Lanjut kerja 1 minggu, gue mulai merasa gejala lain yaitu gatel-gatel sebadan. gue diemin untuk beberapa hari, tapi ternyata sampai seminggu malah makin gila-gilaan. Akhirnya gue periksa ke puskesmas. Seperti pada umumnya mengeluhkan apa yang gue rasa dan ada pengecekan gatalnya. Waktu itu gue nunjukin gatal yang ada di tangan gue. Tapi dokternya salah fokus karena gue tremor hebat. Bagian itu dikulik lagi dan akhirnya malah didiagnosis ada masalah di kelenjar tiroid. Akhirnya gue dapat rujukan untuk pemeriksaan lebih lanjut soal tiroid itu dan singkatnya setelah cek EKG dan darah, gue positif hipertiroid. Semua terjadi begitu cepat dan WAHHHH.

Tempat saat ini, gue melanjutkan tulisan ini yang sebenarnya udah gue tulis di bulan November, gue sudah mulai terapi obat untuk tiroid itu. Tapi gilak sih, ini capek juga ngabisin obat 60 butir selama 1 bulan. Yang semakin ke sini justru gue makin sadar sama gejala-gejalanya yang masih muncul.

Semisteri itu hidup sampai kita nggak tahu apa yang akan terjadi nantinya. Bahkan gue nggak nyangka kalau gue akan mengalami hal ini di tahun 2026. Tapi bagaimanapun itu juga bagian dari hidup gue yang tentunya ada pelajaran di balik tragedi tersebut. Tinggal kapan gue bisa sadar dan menyimpulkan aja.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

OTEM: HERAN

Malam ini gue lagi pengen lari dari dunia karena beberapa hal yang cukup ganggu pikiran gue. Udah coba gue tulis, tapi nggak keluar dengan baik. Alakhir, gue memilih untuk baca kembali tulisan-tulisan gue di blog ini. Ada surat terbuka buat temen gue, curhatan gue, kejujuran gue, semua dipenuhi dengan kalimat yang bikin gue heran sendiri, kok bisa ya gue nulis kalimat-kalimat itu, yang menurut gue nggak buruk-buruk amat. Dibandingkan dengan sekarang yang sama sekali tidak produktif (lagi, entah yang keberapa kalinya). Ada perasaan sedih karena gue kehilangan skill menulis, otak gue kayak udah stuck nggak bisa nulis kata-kata yang puitis atau bijak. Bisanya jujur, yang kalau dibaca lagi jadi jijik. Tapi, gue tetap menghargai diri gue yang sekarang, begitu apa adanya (kosong), yang sudah banyak melewati jalanan berpaku dan masih bertahan hidup dengan baik. Level yang makin naik walaupun mode nyicil setengah-setengah. Otaknya yang mulai logis tanpa matiin perasaan. Makin mandiri beneran s...

BKN: Buka Kran Nulis

Wallaaaa Gue kembali datang dengan projek baru. Dih, kebanyakan projek nggak ada yang jalan semua. Betul. Sebelumnya gue udah bikin OTEM, singkatan dari Obrolan Tengah Malam. Yang isinya obrolan di kepala gue, yang bikin gue susah tidur. Gue juga punya OPINI, yang isinya pendapat gue soal topik tertentu, yang menurut gue menarik untuk gue share. Ada juga CHAT, yang isinya curhatan gue. Masih banyak lagi projek-projek yang gue buat tapi pada akhirnya berhenti. Namanya juga anak labil. Terus, BKN itu apa? Alasan gue ngebangun projek ini, karena gue sempat mengalami stuck dalam menulis. Sebelumnya nulis adalah cara gue untuk mengeluarkan stres, tapi saat itu nulis justru menjadi tekanan, karena gue harus memikirkan alur yang gue tulis nyambung atau nggak, gue memikirkan penyusunan katanya. Sampai akhirnya nggak ada satu kalimat pun yang ketulis. Di projek ini, gue cuma nulis apa yang ada di kepala gue, nggak mikirin ini alurnya nyambung nggak, ini susunan katanya bagus nggak, pemilihan ka...

Sepenggal cerita Lana #8

Aku memandangi punggung kecilnya dari belakang. Kami janjian untuk bertemu di cafe langganan. Sejak kejadian terakhir, kami tidak bertemu lagi, karena keesokan harinya aku mendapatkan surat pemindahan kerja. Yang tidak aku bayangkan adalah, Lana menangis terus-terusan mendengar kabar tersebut, bahkan saat mengatarkan ku ke bandara, matanya masih terlihat bengkak. "Kita bakalan asing ya?" tanyanya. "Nggak tahu, tergantung masing-masing." jawabku. "Lo mau kita asing?" tanyanya lagi. "Nggak." jawabku. "Kabarin gue ya, nggak papa tengah malem. Kalau lo nggak ada bahan, kirim aja tanda titik, nanti gue cariin bahan di Pak Samsul." ucapnya. "Hahaha, emang gue mau ngejahit." ucapku. Hening kemudian. "Vin, kalau suatu hari di sana lo ketemu orang lain, bilang sama gue ya." ucapnya kemudian. "Biar apa?" tanyaku. "Ya biar gue tahu aja terus jalan ke mana." jawabnya. "Kalau lo yang ketemu orang lain, ba...